NGANJUK – Ratusan poster dan selebaran bergambar salah satu calon gubernur yang dituding anak komunis tersebar Nganjuk, Jawa Timur. Kemunculan poster misterius itu tidak pelak mengejutkan umat Muslim yang sedang melaksanakan salat Jumat karena beredar di depan masjid Agung Nganjuk.
Ratusan poster bergambar cagub Soekarwo itu tiba-tiba tertempel di sejumlah tembok alun-alun Nganjuk, Jalan Letjen Supriadi. Keberadaanya baru diketahui saat ratusan umat Muslim keluar dari lingkungan masjid Agung yang berada tepat di depan alun-alun.
Untuk menghindari munculnya keresahan, petugas Polsek Kota Nganjuk langsung melakukan sweeping. Mereka mencopoti poster bernada provokatif tersebut yang ternyata sudah beredar luas di beberapa titik utama kota. Diperkirakan pemasangan poster itu dilakukan saat sebagian besar masyarakat Nganjuk menunaikan ibadah salat Jumat.
“Sebelum salat Jumat tadi masih bersih. Kemungkinan mereka memasangnya saat semua orang sedang salat. Apalagi lemnya masih basah,” ujar salah seorang petugas Polsek Nganjuk saat mencopoti poster di tembok alun-alun, Jumat (30/5/2008).
Menurut pantauan, ratusan poster itu tertempel di tempat-tempat umum agar mudah dibaca pengguna jalan. Di antaranya di Jalan Megantoro, Jalan Basuki Rahmad, dan Jalan Ahmad Yani. Selain bergambar Soekarwo, terdapat tulisan bernada provokatif tentang pengakuan seseorang yang menyatakan pasangan Syaifullah Yusuf itu sebagai keturunan PKI. Selain itu masyarakat diminta berhati-hati terhadap potensi konflik antara kelompok komunis dengan Nahdlatul Ulama (NU).
Kabag Bina Mitra Polres Nganjuk, Kompol Sutisno mengaku sudah memerintahkan jajarannya untuk membersihkan poster tersebut. Jika dibiarkan terlalu lama, akan memicu keresahan masyarakat Nganjuk yang mayoritas umat Islam. Saat ini ratusan poster tersebut diamankan di Mapolsek Nganjuk sebagai barang bukti. (Hari Tri Wasono/Sindo/mbs)
sumber: okezone.com



sekarang sudah 2008,,,,bukan masa2 dimana KTP diberi tanda ET atau perusahaan2 melakukan “pembersihan”. kita semua sama,,,orang2 macam kami (anggota korban september 65),hanyalah korban dan tidak tau apa2. kami ingin hidup seperti anda semua,,,yang mungkin merasa suci tanpa embel2 komunis. tapi,kami bangga menjadi bagian dari sejarah. dan
SAYA BANGGA JADI ANAK KOMUNIS
Siapapun pemimpinnya, jangan melihat hal2 yang buruk ke belakang. Namun lihatlah yang baik di belakang, contoh, lanjutkan untuk kemaslahatan negara dan bangsa Indonesia yang kita cintai.
Masih banyak persoalan di masyarakat bawah yang harus diperjuangkan. kenapa harus melihat siapa yang memimpin kalo mereka memang mampu.
Saya yakin, sebaik apapun meraka tidak akan ada yang mampu memimpin suatu kelompok ‘kecil sekalipun’ tanpa ada dukungan dari masyarakatnya.
Dukung yang Baik, Kritik yang buruk. Insya Alloh, kita akan makmur, aman dan sejahtera bersama-sama…
MERDEKA!!!!
Memang benar, siapa yang berani menjamin anak kiyai akan menjadi kiyai, anak pastur akan menjadi pastur, anak penjahat akan menjadi penjahat dan seterusnya. banyak anak kiyai yang menjadi penjahat, anak pastur menjadi penjahat dan seterusnya, anak penjahat menjadi orang yang alim dielu-elukan masyarakat. ORANG ARIF akan melihat siapa dia (individual) dan apa amalan yang dilakukan, apakah merugikan orang lain atau malah memberi manfaat orang lain, tanpa melihat DIA DARI KETURUNAN SIAPA!!!!!!!!!