ROMA, SELASA – Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad menekankan bahwa negara Israel akan musnah. Setibanya di Roma, Ahmadinejad menerangkan Israel akan musnah dengan atau tanpa keterlibatan Iran.
Kritik keras anti-Israel kembali disampaikan Mahmoud Ahmadinejad dalam sebuah konferensi pers di tengah berlangsungnya konferensi Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk membahas krisis pangan dunia. Sementara Menteri Luar Negeri Israel Tzipi Livni menghendaki masyarakat internasional agar tetap menekan Iran dan membuka opsi aksi militer untuk mencegah Teheran mengembangkan persenjataan nuklir.
Dalam pertemuan tertutup dengan parlemen Israel, Tzipi Livni menekankan keraguan masyarakat dunia untuk mengambil kepastian tindakan terhadap Iran akan memunculkan kesan lemahnya sikap dunia terhadap Teheran. Tzipi Livni menekankan Iran perlu memahami bahwa ancaman militer tetap ada dan tidak akan dicabut dari meja perundingan apabila Teheran tetap mengembangkan persenjataan nuklirnya.
Menteri Luar Negeri AS Condoleezza Rice sependapat dengan pandangan Tzipi Livni. Menurut Rice, diplomasi tidak setara dengan perundingan, tetapi harus dikombinasikan dengan taktik kekerasan.
Condoleezza Rice menerangkan tidak ada manfaatnya berunding dengan Iran apabila pemerintah Teheran tidak mengubah sikapnya. Rice juga tidak yakin apabila Iran telah mengembangkan persenjataan nuklirnya.
sumber: kompas.com, 4 Juni 2008



Perseteruan yang tidak ada ujungnya, semoga mereka dapat berdialog dengan damai.
cuma dua kata: HANCURKAN ISRAEL!!!
GOD SAVE THE AHMADINEJAD!!!
segera di luncurken Rudal sahab ke jantung tel aviv!!
semoga israeli mampus!
Ga usah pasukan iran yg ngadepi negara yahudi yg jumlah rakyat nya cuma-+6,2jt jiwa, cukup indonesia yg zaman lagu bang Rhoma aja udah “135jt PENDUDUK INDONESIA” bakal mampus tuh bangsa yahudi,apalagi “panglima burung” jendralnya suku dayak dikalimantan ikut tempur dgn senjata pemusnah massal nya “mandau terbang” plus mak lampir n gerandong, pasti ciut dah moral zionis…
ga’ usahlah kita berkoar^2 spt itu dosa! biarkan waktu dan Tuhan yg menjawabnya… liga arab itu tau koq klu mrk susah ngalahin yahudi itu, n’ kita jga tau khan… mana mungkin ada negara yg diam aja klu tau negaranya mo dibombardir apa lg sekelas israel…apa lg negaru yg tercinta ini yg di gertak negara melayu n’ negara setengah sipit tetangganya saja lngsng kepalanya tunduk n’ tangannya dikepit dikemaluannya… makanya mari kita bercermin sambil berbenah diri, ga usahlah menghabiskan energi memaki2 org lain… buat apa… capek… kata org2 dulu diam itu lebih ber’isi dari pada berkoar2 ga karuan. thx salam damai..
Tetep semangat…
smoga mereka menemukan cara yang lebih baik tanpa kekerasan, ya..itupun kalau ada.
ada nggak y?
israel negara yang tidak memiliki pengakuan dari dunia internasional bahwa palestina harus dibela.
jika kita membela palestina.
maka kita berada di jalan allah (fisabilillah)
semoga ALLAH TETAP tetap memulyakan AAhmad dinejad salawa..!
semoga ALLAH tetap memulyakan pemimpin yang berani dan adil seperti Ahmaddinejad…salawat.!!
Iran adalah salah satu kekuatan penting di Timur-Tengah, meski posisi geopolitiknya dikelilingi oleh politik masyarakat Arab yang pro AS namun Iran mampu memainkan peranan politik yang signifikan terhadap peta politik di Timur-Tengah. Banyaknya organisasi yang tersebar diseluruh jazirah Arab dan di duga berafiliasi dengan Iran adalah salah satu sulitnya Iran ditaklukkan. Disamping semangat revolusi Islam Iran yang menumbangkan rezim pahlevi didikan AS masih sangat kental, disisi lain kemajuan teknologi di Iran tidaklah bisa dianggap remeh oleh negara-negara AS dan sekutunya.
Penyerangan AS terhadap Iran akan menjadi dilema besar terhadap posisi AS di Timur-Tengah, karena bukan saja ia akan menghadapi kekuatan militer Iran dengan kemampuannya yang sudah berkembang pesat, tetapi akan menghadapi perlawanan kelompok-2 militer binaan Iran di seluruh wilayah Arab.
Sejauh ini posisi geopolitik Iran masih sangat menguntungkan bagi AS, karena negara seperti Iran dibutuhkan oleh AS sebagai negara ancaman bagi Arab dan sekitarnya, sehingga ketergantungan perlindungan kepada AS masih akan tetap terjaga di wilayah Timur-Tengah. Dalam hal ini sikap politik AS hanya akan menjaga negara2 Arab lain mengikuti jejak Iran sebagai negara ancaman. Lihat contoh di Asia Timur dengan KORUT, Korut diciptakan untuk menjaga penyeimbang kekuatan militer Jepang, Korsel dan China.
Oleh karenanya bahwa ancaman serangan oleh menteri luar negeri AS adalah strategic standar ganda.!………! alias bulshit tong! hehehehehehe