Feeds:
Pos
Komentar

Posts Tagged ‘Islam’

Judul Buku: Muhammad SAW dan Karl Marx tentang Masyarakat tanpa Kelas
Penulis: Munir Che Anam
Penerbit: Pustaka Pelajar, Jogjakarta
Cetakan: Maret 2008
Tebal: xx + 289 Halaman

Ludwig Wittgenstein melihat hubungan realitas dan bahasa ini menjadi dua macam, yaitu proposisi dan proposisi elementer. Proposisi elementer ini adalah nama-nama yang menunjuk pada objek tertentu dalam realitas. Ia tidak memiliki makna apa pun. Tidak menunjukkan apa pun, sehingga ia tidak bisa berbicara benar atau salah. Yang memiliki makna hanyalah proposisi karena ia merupakan gambaran dari realitas, model dari kenyataan yang dibayangkan.

Bahasa sebagai salah satu alat dan medium transformatif bisa dimasukkan dalam bagian dari contoh bagaimana proposisi elementer tidak punya kuasa memberikan makna terhadap realitas. Sebab, bahasa hanya menjadi medium untuk menunjukkan adanya sebuah objek dalam realitas. Hal ini juga tidak jauh berbeda dengan konsep ide Plato dalam pemikiran filsafatnya. Dalam konteks ini, Plato mengatakan, yang hakikat tidak terletak pada realitas. Tetapi, ada dalam dunia ide.

(lebih…)

Iklan

Read Full Post »

Sistem keuangan Islam semakin populer dan diminati negara non-Islam karena terbukti memberikan keadilan. “Kepopuleran dan minat yang tinggi kepada sistem ekonomi atau keuangan Islam itu ditandai dengan tumbuh suburnya lembaga keuangan yang menggunakan sistim syariah dan termasuk tingginya minat mempelajari ekonomi Islam itu sendiri,” kata Dekan Fakultas Takaful International Centre for Education In Islamic Finance, (INCEIF) Malaysia, Prof Datuk DR Syed Othman Al Habshi, seperti dikutip dari Antara di Medan, Minggu (25/5).

Menurut Othman, sistim syariah yang menerapkan keadilan, tidak riba seperti selama ini, dewasa ini banyak diterapkan bank-bank asing dan mendapat respon positif nasabah non-muslim. INCEIF sendiri, kata dia, mulai dibanjiri mahasiswa asal negara non-Islam dari Amerika Serikat, Jepang, Korea, Hong Kong, dan Rusia yang bertujuan untuk mempelajari ekonomi/keuangan Islam.

Bahkan INCEIF diminta bekerjasama dengan berbagai univeristas di berbagai negara untuk membuka kelas untuk program itu dan kerjasama itu sudah dilakukan termasuk di Universitas Airlangga Surabaya, dan Universitas Hasanuddin, Makasar dan Universitas Indonesia, Jakarta menyusul USU yang sudah melakukan MoU. “Prinsip ekonomi Islam sudah sejajar dan bahkan lebih berkembang cepat dari prinsip konvensional dan kini menjadi alternatif utama di lembaga keuangan,” katanya.

Sistem keuangan Islam diperkirakan akan terus tumbuh dan berkembang menjadi kekuatan baru di bidang perekonomian dunia. Dia memberi contoh, Sukuk yang dijadikan cara untuk mengumpulkan modal juga sudah ditiru dan diterapkan di berbagai negara non-Islam seperti Jepang.

Dekan Fakultas Ekonomi USU, Jhon Tafbu Ritonga, mengatakan, pihaknya, akan mengimplementasikan MoU USU dan INCEIF itu dengan membuka kelas tersendiri bagi mahasiswa calon sarjana (S1) dan pasca sarjana (S2) dan lainnya untuk program belajar perekonomian/keuangan Islam itu.

Sumber: Kompas, 25 Mei 2008

Read Full Post »